Strategi

Ingin Memulai Bisnis Ecommerce? Coba Buka Toko Pop-up

By TIm Editor10 Agustus 2018 1 Mins Read
20 0

OFiSKITA - Ketika Facebook mengeluarkan produk 3-D virtual-reality headset, Oculus Go, pada konferensi pengembangan tahunan mereka, Facebook sudah mengira bahwa kata-kata saja tidak bisa membuat siapa pun percaya bahkan membeli produk barunya itu.

Akhirnya tim Mark Zuckerberg melakukan pemberontakan yang berani dan radikal dengan membuka toko pop Oculus untuk memamerkan teknologi terbaru perusahaan. Menariknya, pop-up Oculus ini diatur untuk memberi orang kesempatan mencoba perangkatnya dan bukan langsung membelinya.

Tentu, eMarketer memprediksi e-commerce akan melebihi USD4 triliun pada tahun 2020, tetapi, seperti ditunjukan oleh survei Retail Dive bahwa hampir dua pertiga konsumen belum bisa sepenuhnya percaya pada sistem online. Mereka tetap butuh menyentuh dan mencoba lansgsung barang dagangan sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli.

Tapi apa yang membuat toko pop-up yang hanya sementara menjadi pembeda yang kuat? Singkatnya, itu produk taktil. Lupakan bahwa orang membeli barang secara online, karena mereka masih suka melihat dan menyentuh langsung barang yang ingin dibeli. Plus, pop up store yang dikelola dengan baik adalah prospek yang menarik.  

Toko pop-up meningkatkan brand awareness sehingga menghasilkan kesetiaan pelanggan. Pop-up bukanlah tempat untuk melakukan penjualan, melainkan cara pemasaran yang melibatkan pecinta brand dan berinteraksi langsung dengan mereka.

Ingin memulai petualangan pop-up Anda sendiri? Toko pop-up membutuhkan pemikiran dan perencanaan yang serius.

1. Pilih lokasi di mana pelanggan Anda berada

Lokasi toko pop-up Anda harus berada dimana profil pengunjung ideal Anda berkeliaran. Itu bisa dekat pusat perbelanjaan atau cafe, bila target Anda adalah sosialita usia dua puluhan.

Kemudian manfaatkan data organik dan penargetan iklan, bersamaan dengan pembuatan-acara dan penargetan ulang dari Facebook. Buatlah landing page mengenai pop up store Anda dan kirim email ke para pembeli potensial.  

2. Timbulkan efek "WOW" dari toko pop up Anda

Untuk mencapai status "wow", pertimbangkan apa saja yang bisa membuat orang mampir ke pop up Anda dan berlama-lama di sana. Jaga momentum dengan membuat acara-acara berbobot semisal workshop ringan dengan pembicara atau bintang tamu yang menarik.

3. Tindak lanjut setelah pop-up usai

Kemunculan toko pop up memang sementara, tetapi jika Anda terus melibatkan pelanggan maka mereka akan terus mengingat Anda.

Kirimi pelanggan yang datang dengan email terima kasih, serta berikan kupon untuk pembelanjaan berikutnya, terutama bagi mereka yang tidak sempat berkunjung ke pop up store Anda.

Anda tidak harus menjadi Facebook atau Target untuk mendapatkan traffice pengunjung yang signifikan. Yang Anda butuhkan adalah lokasi yang tepat, tim perencanaan yang solid dan rencana pemasaran setelah acara yang kuat. (Sumber: Erik Huberman/ entrepreneur.com)

Related Articles
Strategi

Apa Aplikasi Terbaik untuk Strategi Pemasaran?

By Quora31 Maret 2018 1 Mins Read
Strategi

5 Cara untuk Memulai Pemasaran Video Dengan Biaya Rendah

By Aaron Agius19 Februari 2018 1 Mins Read
Strategi

4 Cara untuk Personalisasikan Pemasaran Anda

By Putri Chery06 April 2018 1 Mins Read
Strategi

Strategi Perluas Jangkauan Bisnis

By Tm Editor13 Agustus 2018 1 Mins Read
Strategi

KemenLHK Buat Aplikasi Mobile untuk Taman Nasional Indonesia

By Lulu Faras13 Juli 2018 1 Mins Read
Strategi

Evolusi Digital Marketing di Dunia Saat Ini

By Sara Johnson28 Februari 2018 1 Mins Read
Strategi

Menghadapi Tantangan Pengemasan di E-Commerce

By Packaging Machinery Manufacturers Institute28 Februari 2018 1 Mins Read
Strategi

Lima Cara Marketer Pengaruhi Inovasi

By Putri Cherry05 April 2018 2 Mins Read
Strategi

Work Smarter, Not Harder: 5 Alasan Konten Gagal

By Putri Cherry05 April 2018 1 Mins Read
Comments
Write Comment